Kadang waktu itu terlalu sulit untuk di ikuti alurnya. Saat kau masih berpolah seperti anak-anak, semua orang sepakat menyebutmu dewasa karena ukuran waktu. Dan tak jarang kau di tuntut untuk menyesuaikan diri dengan waktu.
Itu yang ku alami saat ini dan mungkin sapanjang hidupku, when i come 2 realize.
Sedikit demi sedikit tanpa peduli kau siap ataupun tidak menerimanya, beban-beban kedewasaan mulai di timpakan satu persatu padamu. Kehilangan teman-teman hanya karena merekapun bernasip sama denganmu. harus memilih. Sehingga tanpa kau sadari pikihan-pilihan yang kau buat mendekatkan atau bahkan menjauhkan kalian. Sehingga kau dan dia akan menemukan orang-orang baru yang sejalan dengan kalian sekarang.Sisi menyenagkan Komunitas dewasapun terbentuk.
Lihat aku..Waktu dan pilihan telah memisahkanku dari orang yang saat itu mulai ku anggap penting dalam hidupku selain keluargaku. Sahabat pertamaku ‘memilih’ untuk pindah bersama kedua orang tuanya jauh dariku.
Aku jarang bertemu teman-teman SMP karena waktu mengharuskan kami berpisah saat kelulusan, dan saat ku ‘memilih’ melanjutkan ke sekolah yang jauh dari bayangan mereka. Well, meskipun masih dalam daerah yang sama, secara istilahku, bisa dibilang kami sedikit berjauhan.
Sahabat SMA ku pun beberapa ‘memilih’ untuk melanjutkan kuliah mereka di tempat yang jauh dan senasib dengan teman-teman SMP ku, kami jarang bertemu.
Hingga akhirnya waktu (kedewasaan) menuntut ku untuk dapat berjalan sendiri dan mandiri tanpa bergantung pada sahabat-sahabat ku, meskipun ku masih mempunyai sahabat. karena mereka tentunya bernasib sama dengan mu dapat berjalan sendiri dan mandiri. Itu semua masih lumrah bagiku.
Tapi taukah kalian, bahwa aku tak pernah berfikir sama sekali untuk dipisahkan dalam bentuk hal yang disebut pernikahan ?? (Well, bukan dipisahkan secara batin dan jarak, tapi ‘pernikahan’ telah menciptakan gap diantara kami.) Saat kau menikah, kau akan membuat orbitmu sendiri dengan sistem-sistem yang mengikutimu meskipun di antara kau dan sahabatmu masih ada gaya tariknya. Masih dapat dikategorikan sebagai perpisahankan??
Haha..ku deskripsikan semua ini bukan karena menyesal ataupun tidak suka dengan realita yang di’ciptakan’ waktu ini. Ini hanya sebuah deskripsi untuk mereka yang ingin membaca dan berpikir. Begitu banyak hal menyenangkan dan mengharukan yang terjadi karena waktu.
Allah, di atas segala ke-Maha Besaran-Nya lah yang menciptakan waktu ini. Dan karena itu Dia tidah akan meninggalkan kita. Jadi, janganlah kita jauh dari-Nya saat waktu menyebabkan sesuatu yang menyenagkan dan tidak menyenangkan dalam hidup kita..Ciayoo…
lupa ngucapin, met menempuh hidup baru bwt amel…

sinta sari berkata,
Juli 25, 2009 pada 3:12 am
sesorang yg istmewa bukan yang selalu di depan mta.
bukan yang senantiasa di sisi,,
tetapi dia yang seyia di hati,,
dan di ingati dalam stiap bsikan doa…
soo,, dmna pn seorang sahabt,, dy ttap adalah shabat..
ciebonkz berkata,
Agustus 14, 2009 pada 1:53 am
Yup.thats right…